Capex Opex dan Harga Dasar/Modal Warnet

Posted: September 17, 2007 in awari, Manajemen, warnet

Ingin tahu apakah investasi anda sesuai dengan harga jualnya? Ambil aja file ini dan isi sesuai dengan kondisi atau perencanaan Anda.

catatan: format file adalah Open Document Spreadsheet (ods) bisa dibuka menggunakan applikasi OpenOffice.Org. Open Document Spreadsheet adalah bagian dari Open Document Format yang merupakan format standar yang digunakan di Awari.

Iklan
Komentar
  1. Taufik berkata:

    Waduh, berat kayaknya untuk berbisnis warnet. Jadi mikir lagi setelah bermain-main dengan model yang anda berikan. Terima kasih sebelumnya. Dengan 16 komputer aja minimal harga jual per jam 4500, apalagi rencana saya yang hanya 4 komputer! Mana mungkin ada yang mau membayar 10.000 rupiah untuk satu jam di warnet, sementara di luar mereka bisa berinternet dengan harga 3000. Gimana solusinya ya?

  2. Irwin Day berkata:

    Ini lah kesalahan umum para pebisnis warnet, tidak menghitung bisnisnya dengan baik dan terlalu optimis sehingga tidak heran warnet yang berdiri dan mati adalah sebuah kenyataan yang sering kita lihat.

    Saya mendapati kasus warnet yang mengaku untung tapi harus di suntik dana untuk memperpanjang sewa tempat. Ini sudah merupakan kesalahan perhitungan, sebab sejatinya biaya sewa tempat sudah masuk dalam perhitungan Opex dan bukan investasi baru.

  3. ghozan berkata:

    pak, kalo sewa tempat khan bisa diperpanjang….bagaimana pengaruhnya dalam perhitungan?apakah tetap diasumsikan investasi dimasukkan dalam komponen biaya setelah dibagi dengan jangka waktu awal?bagaimana jika kita perpanjang sewanya?

  4. ghozan berkata:

    pertanyaan lainnya, selain pendapatan dari koneksi internet, kita khan juga dapat pendapatan dari burning, penjualan makanan dan minuman, dsb…apakah pendapatan lain2 tersebut dapat dipergunakan sebagai pertimbangan dalam penentuan harga koneksi internet????dan kalau bisa bagaimana cara perhitungannya…karena berdasarkan perhitungan kami, jika haya mengandalkan dari koneksi internet saja, harga jual akan sangat tinggi dan akan menimbulkan keengganan pelanggan untuk berinternet…

  5. hasanuddin berkata:

    wah, asik nih… obyek topik ini (OPEX CAPEX) sebenarnya sudah umum diketahui namun jarang digunakan, karena dalih ahh… teori…

    Mengenai sewa ruko, PASTI dimasukkan ke OPEX!! bukan investasi, kenapa? karena biaya itu bersifat rutin (dibayar setiap tahun selama masa waktu operasi, misalnya per tahun) dan masuk kategori biaya variabel bukan biaya tetap. Kenapa sih harus ada pemilahan ke biaya tetap dan biaya variabel? Karena karakternya berbeda, maka implikasinya berbeda terhadap informasi perhitungan bisnis. Jika informsai salah, maka pengambilan keputusan pun salah atau bias. “Garbage In Garbage Out…”

    Logikanya begini, jika dimasukkan sebagai investasi, berarti ruko itu kepemilikannya milik kita? jelas aja yang punya ruko bakal ngamuk he.he.he. Investasi itu adalah barang-barang yang menjadi milik kita dalam jangka waktu lama (lebih dari satu tahun).

    Sebagai rujukan, silahkan menggunakan literatur-literatur ilmu akuntansi, yang sudah tidak diragukan keampuhannya. Buktinya sudah berpuluh-puluh tahun, berjuta-juta perusahaan yang menggunakannya.

    Mengenai Pendapatan burning, minuman, makanan, print (kita sebut pendapatan lain-lain), sebaiknya dalam perhitungannya dipisahkan dengan perhitungan pemasukan internet, karena komponen biaya pendapatan lain-lain tidak berhubungan langsung dengan pendapatan akses internet.

    Prinsip dasar begini nya, antara biaya dengan pendapatan yang dihasilkan dari pengeluaran harus terkait langung atau saling berhubungan. Dari situ kita mengetahui informasi berapa keuntungan bersih dari satu produk.

    Di susunan laporan keuangan: laba rugi pun dikelompokkan pendapatan-biaya produk A, pendapatan-biaya produk B sehingga ketemu laba kotor (informasi laba kotor digunakan untuk mengukur prestasi produk tersebut).

    Kemudian kita juga perlu informasi laba bersih (sebelum pajak, dan pendapatan/biaya lain-lain) untuk mengukur prestasi bisnis kita. Beda lho yah prestasi bisnis dan prestasi produk. informasi laba bersih diperoleh dari laba kotor dikurangi data biaya-biaya operasional.

    Kembali lagi ke masalah OPEK CAPEX, setelah kita menghitung biaya-biaya yang diperlukan, kemudian dibagi oleh tingkat akupansi. nahh… ini dia, kalau data biaya2 mudah didapat, bagaimana dengan data tingkat akupansi, apa dasar menerapkan angka akupansi tsb.? Misalnya dengan biaya yg tersebut kita hitung misalnya akupansi kita tentukan 7 jam misalnya ketemu tarif Rp. 6.500. Bagaimana jika kita tentukan 8 jam (optimistik)? bagaimana jika kita tentukan 6 jam (pesimistik)?

  6. Irwin Day berkata:

    Khusus untuk okupansi, ini berdasarkan pengalaman dari warnet-warnet yang telah beroperasi sebelumnya. Sejauh ini, tingkat okupansi yang wajar (dalam arti tidak tinggi dan tidak rendah) adalah 7 jam. Sehingga angka ini yang disarankan. Adapun jika dalam prakteknya bisa mencapai di atas 7 jam maka itu adalah bonus. 🙂

    angka di atas 7 biasanya akan dicapai setelah warnet tersebut sudah cukup “mature” dimana telah terbentuk pasar yang cukup untuk warnet tersebut. Ini juga dengan anggapan bahwa warnet tersebut memiliki nilai tambah dan bukan sekedar “warnet’.

    Itu alasannya kenapa saya menyarankan angka 7 jam tersebut.

  7. Muhlisin berkata:

    Mohon maaf yg sebesar2xnya sebelumnya,
    bisa tidak file tersebut dalam bentuk Xls ?.
    dan dikirim ke email saya : l151n@yahoo.com

    saya sangat bth sekali file tersebut.

    Dan ada solusi terbaik tidak kalau, kita ingin membikin warnet dengan menggunakan multy layer linux ?. jd 1 server dengan client tanpa computer, melainkan dengan mouse, keyboard dan monitor saja.

    terima kasih banyak sebelumnya.

  8. Irwin Day berkata:

    silahkan di download atau cari aja CD dari majalah-majalah komputer yang berisi Open Office. Lebih baik sejak awal biasakan menggunakan perangkat lunak bebas.

  9. Ricky berkata:

    Bagaimana jika buka warnet dirumah sendiri? kebetulan saya ada tempatnya. Jadi tidak perlu sewa tempat, yang akan saya buka game online. Kalau untuk browsing dan lain2 saya sediakan beberapa unit saja. Biaya perbulan untuk langganan koneksinya brp? Untuk koputernya saya gunakan linux khusus game.

  10. ijul berkata:

    bang irwin bisa konsultasi lewat tlp ga soalnya da yg mau di konsultasiin neh

  11. maria berkata:

    saya ingin tanya berapa modal awal untuk membuka usaha warnet dengan modal 50jt???

  12. surya aditya berkata:

    assalamualaikum..

    ma’af, sya mw tanya scara detail Modal2 awal dan tata cara pengembangan membuka warnet yg baik bgaimna ya??
    kedua! agar warnet tetap di minati tanpa harga yg mahal dan kompetitif itu bgaimna???

    terima kasih,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s