Berita Judi Detik dan Sanggahannya di Milis Awari

Posted: September 17, 2007 in awari, Gossip, warnet

Note: dimuat atas ijin penulis email.

Berikut adalah email di milis Awari:

http://groups.yahoo.com/group/asosiasi-warnet/message/103412

Kecewa dengan DETIK.COM ( Aktivitas Judi Online Ramai di Pekanbaru )

Selama Ramadhan, Judi Online 24 Nonstop di Pekanbaru
http://www.detiknews.com/index.php/detik.read/tahun/2007/bulan/09/tgl/14/time/16\
4019/idnews/830250/idkanal/10

Aktivitas Judi Online Ramai di Pekanbaru
http://www.detiknews.com/index.php/detik.read/tahun/2007/bulan/09/tgl/14/time/16\
2414/idnews/830237/idkanal/10

Poltabes Pekanbaru Sulit Buktikan Judi Online
http://www.detiknews.com/index.php/detik.read/tahun/2007/bulan/09/tgl/14/time/16\
4752/idnews/830265/idkanal/10

Terlalu! Metronet Riau Masih Gelar Judi Online di Bulan Puasa
http://www.detiknews.com/index.php/detik.read/tahun/2007/bulan/09/tgl/15/time/15\
3920/
<http://www.detiknews.com/index.php/detik.read/tahun/2007/bulan/09/tgl/15/t\
ime/153920/idnews/830457/idkanal/10
>

Sebelumnya rekan netters, saya perkenalkan terlebih dahulu, Saya pengelola
Warnet di Pekanbaru di Jln Teuku Umar Pekanbaru, seperti yang di berita oleh
detik.com (detiki-net).

Saya sangat-sangat kecewa dan geram dengan pemberitaan yang di dibuat-buat
dan terlalu di lebih-lebihkan didalam pemberitaan detik.com yang
mendiskriminasi kan warnet yang saya kelola sebagai sarana atau penyedia
Judi Online.
Seperti hal nya Warnet yang lain, kami membuka usaha sejenis tidak ada
berkeinginan, warnet yang saya kelola diberitakan sebagai markas judi online
apalagi sampai diberitakan terbesar di Pekanbaru.

Warnet saya termasuk kecil didaerah saya sendiri. Saya menjalani warnet
dengan 15 PC dimana 7 PC lesehan dan 8 PC dengan kursi. Warnet saya buka
pertama kali untuk umum pada bulan 15 Januari 2007 dengan persiapan selama 1
bulan untuk mendesain dan menginstalasi jaringan komputernya. Berbekal
pengalaman pernah menjadi karyawan dari warnet orang lain, saya dan istri
saya mengumpulkan rupiah demi rupiah sebagai modal investasi awal untuk
membuka usaha warnet. Walau saya ketahui menjalankan usaha warnet bukan lah
perkara mudah. Banyak aksi sweeping software bajakan, modal usaha yang
tinggi, BEP yang lumayan lama, persaingan usaha dll. Tapi dengan ke ikhlasan
hati dan usaha keras sebagai usaha keluarga, saya tetap menjalaninya.

2 Bulan lama nya saya berusaha menarik dan memperkenal kan warnet saya
kepada masyarakat umum. Apalagi saya harus membayar gaji 4 orang karywan/
operator tiap bulannya karena warnet saya buka 24 jam. Oleh karena itu saya
mencari lokasi dan tempat usaha yang cukup strategis dan berada di tengah
keramaian/ tengah kota yang kebetulan saya menepati ruko 3 lantai dimana
rencana awal nya lantai 1 (telah beroperasi) dan lantai 2 (dalam tahap
rencana) untuk tempat usaha dan lantai 3 menjadi tempat tinggal kami
sekeluarga.

Alangkah kagetnya nya saya mendapati berita yang dibuat-buat dan terlalu
dilebih-lebihkan oleh media portal berita nasional sekelas detik.com,
membuat berita tanpa observasi dan cross chek kebenaran nya terhadap berita
yang akan dimuat dan di kirim oleh koresponden/wartawan detik.com.

Di detik.com diberitakan warnet saya sebagai markas judi terbesar di
Pekanbaru dan satu-satunya yang tidak memblok situs perjudian, padahal
warnet saya hanya menjalani 15 PC komputer ( sama seperti warnet yang lain)
murni menjalani usaha jasa internet dan rental komputer . Saya tidak ada
niat awal sedikitpun terlintas usaha untuk menjadi sarana judi. Dan saya
sepenuh nya menjaga privasi user terhadap apa yang mereka akses di komputer
walau di tempat saya telah di beri peringatan/ himbauan berupa selebaran /
tertulis untuk melarang dan mengakses situs pornografi dan perjudian.
Sebagai Administrator, saya sering memantau aktifitas jaringan internet dan
akan memblok ip/situs yang saya anggap dilarang untuk diakses. tapi bagai
mana pun, tidak semua situs bisa saya batasi karena bagitu banyak nya ip dan
situs yang bertebaran di internet. Saya blok situs ini, situs yang lain
masih bisa di akses dan begitu seterusnya.

Karena tidak cukup mengandal kan pemasukan dari warnet, saya dan istri saya
menjalani usaha sampingan untuk menambah income dengan membuka warung
makanan dan minuman didepan warnet kami dimana usaha warung makanan itu di
jalan kan oleh mertua saya. Tapi apa yang di beritakan oleh detik.com adalah
fitnah dimana kami tetap membuka warung makanan selama bulan puasa, padahal
warung makanan murni tidak beroperasi selama bulan ramadhan dalam rangka
menyambut bulan suci ramadhan sesuai imbauan Walikota Pekanbaru dan saya
sangat menghormati menghargai itu apalagi saya dan keluarga adalah serorang
muslim (beragama Islam).

Terlebih lagi pemberitaan adanya tokoh agama/ masyarakat yang telah datang
dan memperingati kami, ini sangat tidak benar. Saya tiap hari ada di tempat
dan tidak pernah ada seseorang atau tokoh agama/ masyarakat yang menemui
saya sampai saat ini.

Saya berserta keluarga hanya bisa berdoa dan tabah serta ikhlas menerima
cobaan ini. Istri saya sempat mengalami strees dan depresi, apalagi istri
saya tengah hamil tua dan sedang menunggu hari kelahiran anak kami yang
kedua yang insya allah akan melahirkan di akhir bulan setember ini.
Pendapatan kami langsung menurun sejak pemberitaan itu beredar. Apalagi
pemberitaan di publish sebanyak 4 kali oleh detik.com sejak saya memberi
tanggapan dan pendapat di detikinet sampai nama warnet saya pun di
publikasikan oleh sang wartawan dan 1 kali di media lokal dimana surat kabar
ini hanya mengutip dari situs detik.com sendiri.

Mohon support dan doa rekan netters semua, agar saya beserta sekeluarga
dapat menghadapi dan cobaan ini dengan ketabahan hati.


Salam,

Rollin V

Metronet Cybercafe
Jl. Teuku Umar 18B Pekanbaru
telp. 0761-23684

Iklan
Komentar
  1. azil berkata:

    yang bener itu “dimuat” bukan “di muat” :p

  2. Irwin Day berkata:

    thanks bro 🙂 bahasa Indonesia gw di sma memang agak ancur neh hahahahaha…

  3. M Fahmi Aulia berkata:

    detik? ah, tidak aneh…judul bombastis, tapi isinya kacangan :p

  4. pran berkata:

    semangat terus bang….
    jangan nyerah buat jadi sukses…..

  5. junkindo berkata:

    memang wartawan pantek tuh…
    polisi juga goblok, buktikan dulu jangan asal ngomong saja…

    menurut RIAUPOS hari ini
    malahan polisi menghabiskan dana untuk pelatihan internet di POLDA METRO, makanya jadi polisi jangan goblok…

    buat wartaman detik, hatihati kalau nulis berita…

    buat abang yang punya warnet, santai saja …
    biasa itu….

  6. hiro berkata:

    itulah kenapa orang yg berusaha dapatkan rezeki yg halal selalu byk cobaannya.Untuk bapak rolin,sabar aja klo emang gak ngelakuin gak perlu takut.Serahkan semua pd-Nya.Untuk wartawan tolong cek & ricek lg,krn kalo salah malah rezeki orang yg terganggu.Salam piss

  7. Oskar Syahbana berkata:

    DETIK gitu luoch! Judul selalu bombastis tapi isi nyaris ga ada. Gw sendiri baca detik karena mereka memang sampai ini yg mengeluarkan “berita” tercepat, tapi untuk akurasi-nya mendingan dibandingkan dulu dengan media lain.

  8. buat detik : tolong jangan sembarangan memuat berita yg tidak ada bukti,itu hanya merugikan orang lain.

    buat wartawan : untuk menulis berita harap di cek lebih jelas lagi,,jangan asal tulis.

    Bapak rolin usaha yg halal itu memang banyak godaanya,,jangankan yg halal,,yg haram saja susah untuk di dapat,,,jadi buat bapak jangan pantang menyerah maju terus pantang mundur,,,kalau tidak berbuat gak usah takut sama siapaun,,meskipun itu polisi sekalipun,,maju terus,,:) 🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s