Filter Pornografi bagusnya dimana?

Posted: Maret 8, 2007 in awari, Current Affair, opini, warnet

Menyambung cerita pertemuan dengan Menkominfo, salah satu hal yang saya sebut sebagai “hal-hal lainnya” adalah diskusi mengenai filter pornografi di internet. Kebijakan Awari dalam hal ini adalah mendukung filter terhadap pornografi. Namun ada beberapa hal yang perlu di waspadai sebelum menerapkan filter tersebut. Untuk lebih jelasnya mari kita lihat struktur dari industri internet di Indonesia.

Struktur Industri Internet Indonesia

Aliran data internet sebelumnya harus melalui NAP (Network Access Provider) kemudian ke ISP (Internet Services Provider) baru mengalir ke Warnet atau pun Pengguna. Saya tidak tahu secara pasti jumlah NAP di Indonesia, Jumlah ISP sendiri kurang lebih 250-an. Jumlah warnet sekitar 6000-an.

Melihat kenyataan diatas, maka Awari meminta kepada pemerintah agar filter tersebut dilakukan pada sisi ISP atau NAP, bukan pada sisi warnet. Permintaan ini sangat beralasan, sebab tentu lebih mudah mengawasi 250 ISP daripada mengawasi 6000-an warnet. Selain itu, dari sisi SDM pun ISP/NAP memiliki SDM yang merata tingkat keahliannya dibanding warnet, begitu juga sumber daya lainnya.

Satu hal lagi yang perlu diperhatikan: secanggih apapun filter tersebut, tidak menjamin konten pornografi tidak muncul di layar kita. Konten ini tumbuh 10x lipat tiap tiga tahunnya, berapa sumber daya yang harus kita kerahkan untuk melakukan filter tersebut?

Usulan lain adalah adanya badan yang khusus bertugas melakukan update database situs yang perlu di filter (polisi?) dimana komunitas internet (NAP, ISP, Warnet, Pengguna) bisa dilibatkan dengan memberikan masukan situs mana saja yang perlu diblok karena masuk kategori pornografi.

Harapan Awari adalah Pemerintah agar bijaksana dan berhati hati dalam menentukan pada titik mana filter tersebut harus di lakukan, sebab dapat berpengaruh kepada Industri Internet yang baru tumbuh dan berkembang, terutama pada industri warnet.

Komentar
  1. Ainul Hakim mengatakan:

    Kalo berbicara mulai dari mana atau berada dimana sebuah aturan, tentulah kebanyakan akan melakukan ;pengelakan’ terhadap diri sendiri, dan jarang sekali sikap itsar dan mendahulukan diri untuk pasang badan dan berkata “Saya yang akan mulai”.
    Nah kalo menurut saya,… jika memang kita memandang bahwa pornografi harus di cegah, maka sikap yang harus saya ambil adalah saya akan memfilter dari institusi yang bisa saya filter, misal warnet saya….
    Nah jika salah satu program AWARI adalah ikut berusaha menjaga moral bangsa dan sepakat dengan bloking pornografi, maka ayo,.. kita bangun filtering, misal kita buat server DNS dan proxy publik yang telah memfilter content dan alamat situs porno. saya kira ide ini pernah dilontarkan di milis awari…

    Yuk Mulai dari Diri Sendiri, Mulai dari Yang Kecil dan Mulai dari Sekarang

  2. Irwin Day mengatakan:

    Soal mulai dari diri sendiri itu betul, tapi coba kita lihat dalam lingkup yang lebih luas. Saya melihat ini dari ruang yang lebih luas, bukan pada diri sendiri. Iya, kita mampu melakukan filter, bagaimana dengan warnet lain yang gak mampu tapi terkena aturan? Sisi lain adalah: dengan ribuan warnet yang ada saat ini tentu tidak mudah melakukan penerapan aturan secara merata, yang terjadi akhirnya tebang-pilih. Ini akan berakibat gesekan antar warnet sendiri.

    Lagi pula perhatikan kalo saya menulis perlunya kerjasama antara tiap komunitas, baik warnet, pengguna, ISP, NAP untuk bekerja sama melakukannya bukan di bebankan ke pihak warnet semata.

  3. Ainul Hakim mengatakan:

    Saya kira pada tulisan saya juga tidak menyebutkan beban itu pada warnet, bahkan sama sekali bukan sebagai beban… nah disini adalah peranan awari selaku asosiasi warnet seluruh indonesia yg bisa mempunyai kebijakan tersendiri terhadap anggotanya… jika awari memandang bahwa content pornografi bukan termasuk informasi atau cuman semagai ‘sampah’ maka yaa awari ada baiknya punya kebijakan untuk menyerukan pada anggotanya, dengan langkah pertama adalah membikin fasilitas filtering, nah setelah itu baru sosialisasi dan edukasi ke anggota, baru deh awari bisa jadi contoh yg baik bagi ISP, NAP ataupun Penguasa. Tapi.. jika tidak punya kebijakan tersebut… yaa nda usah terlalu berharap untuk bekerjasama…. lha wong kebijakan di internal aja ngga ada gimana mo kerjasama ?
    Kadang memang kita memandang sebuah case dari kacamata luas… namun lupa untuk mempersiapkan diri kita sendiri… kadang kita mengajak ajak orang lain… tapi lupa bahwa kita sendiri belum… Nah fenomena ini yg kudunya kita ubah…
    Sebuah bangunan jika pada awal pondasi (diri sendiri) sudah kuat maka next step akan bisa kuat, namun jika pondasi aja belum siap dan kita sudah membangun sebuah bangunan yaa akhirnya akan mudah roboh jika ada gangguan dari luar….

    hehehe kok malah ngelantur…..
    btw aku sedang cari url filter yg bisa aku integrasikan di distro firewall bsd base “pfsense” (http://pfsense.com/) ada yg punya info ?
    Kalo existing yg udah jalan sih pakai IPCOP + url filter / squidguard dah bisa jalan….
    dan lebih bagus lagi… awari ada dns publik yg telah memfilter content-2 sampah itu….. hehehe

    still a dream kali yeee…….

    salam

    Ainul hakim

  4. Irwin Day mengatakan:

    Halah, jadi diskusi di komentar blog kekekeke… bagusnya kita lanjut dimilis nih🙂 biar sekalian menampung opini yang lain lain juga.

    Aku dulu coba beberapa trik filter dengan squid tapi keknya yang paling berhasil itu dengan Dansguardian terutama situs dari US, sayangnya musti repot dengan daftar un-block site, karena bukan berdasarkan url.

    Bagus juga nih di buka diskusi soal tools filter yang mumpuni, siapa tau bisa di usulkan ke tingkat nasional🙂

  5. gunawan mengatakan:

    dibalik semua kecanggihan2 tools, bisa juga diterapkan cara2 “organik” dan “alami”. Misalnya membuat interior ruangan yg terbuka tapi tetep menjaga privasi. Lalu jangan pernah berharap ada tools2 yg bener2 cespleng membendung pornografi di warnet. Tujuan kita hanya meminimalisir. Titik. Lain2nya adalah manusiawi. Iya toh?

  6. Bang Adam mengatakan:

    Bang Irwin dan rekan-rekan yang lainnya saya ucapkan Salam Perjuangan..!!!

    Kalo boleh saya berpendapat, memang betul hal apapun harus “dimulai dari diri kita sendiri” tapi kita juga harus ingat bahwa kita bagian dari suatu komunitas masyarakat secara umum bahkan global (The World Borderless kata Alvin T). Jadi seharusnya filter konten pornografi dilakukan pertama disisi ISP / NAP karena merekalah sebagai gerbang pertama aliran data yang masuk sampai ke pengguna internet. Jangan sampai kejadian seperti operasi Miras di warung-warung kecil dibabat habis sementara pabrik dan distributornya tenang-tenang saja bah….
    tanyakan napa…!!!

    Salam Perjuangan !!!

  7. Bang Pei mengatakan:

    Terkadang kita lupa bahwa didalam milist2 pun banyak beredar konten2 porno.. beberapa contoh seperti kaskus dengan milist BB17 nya, itu sudah sangat terkenal kalangan milister, tetapi kan disitus milist tersebut tidak semuanya hanya berisi hal2 jelek seperti itu, apakah dengan melakukan filtering bisa membuat milist2 yang lain terblokir juga??
    Terus bagaimana aturan main utk pengguna wifi personal seperti Netzap, hotspot2 dimall mall, pengguna2 telkomnet instan dan pengguna2 internet melalui handphone lewat GRPS dan 3Gnya dan pengguna internet dengan handphone CDMA.
    Terkadang kenapa hanya komunitas warnet yang disorot dan seakan selalu dipojokkan?
    Saya sependapat dengan Mas gunawan dan Bang adam buat warnet seterbuka mungkin sehingga orang malu melakukannya browsing dimuka umum dan buat aturan yg jelas utk NAP ,ISP .
    Pendapat saya dengan kemajuan teknologi sekarang yg ada kemungkinan konten2 porno seperti gambar kemungkinan bisa saja tidak populer, kenapa ? karena dengan berkembangnya tekonology 3G mungkin orang sudah bisa melihat penari2 striptis berlenggak lenggok dengan bebas .
    Bagaimana dengan peran pemerintah sebagai regulator dan mempunyai kewenangan dalam hal pengaturan ?? Bisakah hal2 tersebut diminimalisasi ?

  8. ron1n mengatakan:

    kalo berbicara porno, eh salah maksudnya diskusi blokir porno suatu yang gampang2x sulit, gampang ngeblocknya tapi sulit melacak keberadaan yang setiap hari “1 hilang 1000 tumbuh” seperti kata teman2x tentu dimulai dari kita sendiri, kalo diwarnet plus rt-rwnet kami blockirnya memakai sistem redirect kelink lainnya(pakai squidguard), contoh kasus berdasarkan rating akses situs porno tertinggi redirectnya ke http://media.isnet.org/islam/Qardhawi/Taubat/Utama.html demikian lainnya juga redirect http://www.keajaibanalquran.com/
    kembali ke topik yang kita bahas, pada intinya semua hal tentang content porno tidak ada yang tidak mungkin diminimalisasi, sekali lagi tergantung pada komunitas terutama penyedia jasa akses internet, tinggal saja kemauan dari owner tsb? konsekuensinya segi marketing dimana member maniac porno yang akses i-net berkurang–>> pendapatan juga berkurang (tidak selamanya benar:) ) atau maniac porno akan sadar untuk tidak lagi mengakses porno2xan dg cara yang saya lakukan, sehingga sisi positifnya b/w akan terpakai optimal tidak lagi boros.

  9. sAm mengatakan:

    Kami setuju dgn agenda Depkominfo yg juga didukung Awari untuk mem filter pornografi di Internet, dan memang sudah seharusnya di keluarkan satu UU oleh Depkominfo untuk hal ini (mungkin sudah ada tapi saya gak tau dan sudah sejauh mana UU ini berlaku efektif), yang mana UU itu mewajibkan NAP/ISP untuk memfilter pornografi. sebab kalo filter diberlakukan disisi warnet saja, akan sulit;
    1. masih berbedanya pendapat/pemahaman owner warnet terhadap wacana filterisasi
    2. dibutuhkan tools/sdm yang memadai
    3. kemampuan user yang semakin meningkat dlm hal trik membuka filter tsb.

    kami berharap agar Awari memberikan masukan pada Depkominfo agar dibuat UU (jika belum ada) filter pornografi diberlakukan pada level NAP/ISP.
    terima kasih.

    nb: saya yakin Awari sudah kasih masukan buat Depkominfo cuma saya ga tau.. soalnya ketua yg sekarang lumayan “gesit” hehe

  10. WaWi mengatakan:

    yah, pornografi lagi yg dibahas?vicidi bokep aja banyak,pemerentah jugak diem aja.itu yg bisa dikontrol dengan gampang aja oleh pemerentah,gak dikerjain.ini lagi menteri mau filter pornografi di internet.lagi keringetan tuh,takut di-reshuffle.titip pertanyaan dong Pak kalu ketemu menterinya,”gimana rencana mau jadi Deppen orde reformasi,jadi gak?”

  11. Ainul Hakim mengatakan:

    hehehe jadi intinya gini mas
    1. mulai dari diri sendiri : Bikin Rule Blok Url dan mekanisme update nya di warnet, bilik warnet di set ‘terbuka’, bikin pengumuman di warnet ini dilarang buka situs porno, nah jika sudah…
    2. ajak komunitas yg mau… misal awari.. dan awari sepakat punya kebijakan blokir (misalnya) nah awari bikin metode bagaimana cara efektif blokir… misal nyiapain team untuk bikin server tempatin tuh server di salah satu anggota yg punya bw gede dan bisa diakses oleh anggota awari dan serukan ke anggota… nah jika sudah
    3. ajak komunitas yg lebih luas, misal NAP/ISP atau pemerintah… jika akhirnya sepakat, dan ada dana pemerintah minta aja server dan di install seperti prototipe yg di gawe awari, taruh tuh server di IDC dan pengelolaan di serahkan ke komunitas bersama.

    Server yg diusulkan adalah berbentuk DNS server publik akses, sehingga bagi yg sepakat dengan bloking situs porno tinggal arahin tuh DNS ke DNS Bloking, jika yg ngga sepakat dan pemerintah membolehkan yaa ngga usah pakai tuh DNS……
    Saya kita DNS Bloking itu tetap akan ada yg pakai, … salah satunya saya😀

  12. […] hari ini saya terlibat diskusi dengan Irwin (Ketua Awari sekarang) masalah bloking situs porno di blog dia. berikut komentar saya di blok tersebut […]

  13. Amel Tuurs mengatakan:

    ngomong soal bloking situs porno, yah sesuatu yang kayaknya mustahil. Tapi kalau meminimkannya mungkin ya. Tapi bagaimana ya? Satu hari diblok sepuluh, besoknya tdk terhitung lagi yang muncul. Mulai dari iklan yang dipasang di situs sampai pada iklan yang dikirim ke e-mail membuka jalan lebar untuk tidak dapat dibloking.

  14. Evy mengatakan:

    OOO ini ngomongin pembatasan itu to, halah pornografi di jalan2 burakan di jual sama tukang jualan koran, majalah yg nota bene anak2 kecil, kasihan aku lihatnya

  15. kdebugx86 mengatakan:

    Salam🙂

    saya nge google keyword salah satu provider internet yang lagi bikin saya pusing eh malah ketemu topik yang menggelitik🙂

    Filter Pornografi harusnya dimana ?

    di NAP, ISP , WARNET atau PENGGUNA?

    Menurut saya sih harusnya di blok dipenggunanya, dalam arti kata lain, kita harus belajar mempunyai mental yang bagus, dan mampu mengajari anak2 adik2 dan terutama DIRI SENDIRI untuk membatasi itu, bukan tidak sama sekali. Di blok di jalur atas rasanya percuma hanya menambah rasa penasaran, dan di blok di sisi itu, di jalur lain pornografi terbuka lebar, entar vcd, buku, dan lain2x.

    Coba ditanyakan ke negara2 lain yang lebih maju kenapa mereka tidak melakukan blocking pornografi ?

    Saya yakin kalo pun dilaksanakan pemblokiran akses pornografi dari jalur atas, pasti ada oknum dan jalur2 yang bandel, sampai jalur ke bawah yang secara diam2 membuka akses dan malah menjual sebagai komoditas unggulan.. dan pasti malah banyak yang beli… malah bikin untung orang ga bener.

    Mental ajalah yang di didik yang bener.Jaman global maju begini jangan kayak orang jaman dulu ngajarin anaknya.

    Mental yang harus dilatih.

    terima kasih.

  16. adit sulteng mengatakan:

    Assalamu,alaikum Wr.Wb
    Emm..aku cuma mw bilang emang seharusnya tu situs2 yg kek gtu diberantas sampai tuntas(eh..maksud sy difilter gtu lhoh), g ada manfaatnya sama sekali malah sebaliknya iya g, iya donk.🙂

  17. adzra mengatakan:

    HM…..SAYA KIRA KITA BISA MEMINIMALISIRkan situs porno yang beredar di indonesia.mang yang pertamna bertindak adalah pemerintah…tapi dalam hal ini kita akan berhadapan dengan monster besar yang namanya ekonomi bagaimapun juga itu adalah komoditas besar di net.n pemerintah pun pasti dapat devisa dari itu juga para warnet karena bisa di akses situs pornonya.sekali lagi mang tindakan tegas n komitmen dari pemerintahlah yang bisauntuk pertama kali mengatasinya.. saya rasa Pak M. Nuh (menkominfo) bisalah benrtindak untuk mengatasi ini.kemudian bagi kita yang sudah tahu cara blokir situs ini perbanyaklah sosialisasi, karena banyak yang tidak tahu.klo bisa kita pemerintah juga menyediakan software gratis yang ampuh untuk blokir porno.

  18. ARUL mengatakan:

    baguslah kalau bener2 dlaksanakan…
    tapi secanggihnya tehnologi pasti ad cara untuk membobolnya =p hehehehe

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s