Angka angka di bisnis warnet

Posted: Februari 12, 2007 in Current Affair, opini, warnet

Berapa banyak jumlah warnet di Indonesia secara pasti tidak ada yang tahu.  Tapi secara kasar, jumlah warnet di Indonesia berada di angka 5000 hingga 6000 buah yang tersebar dari NAD hingga Papua.  di milis AWARI sendiri tercatat hingga tanggal 12 Februari 2007 terdapat 7.602 subscriber.  Saya sendiri memperkirakan warnet yang bergabung dengan milis AWARI ini tidak lebih dari 50% warnet yang ada di Indonesia.

Meski demikian tetap harus diingat bahwa subcriber di milis terdiri dari berbagai kalangan, baik dari pemilik warnet, Operator warnet, pemerhati perkembangan IT termasuk didalamnya.   Mengapa saya ungkap hal ini agar disadari bahwa jumlah subcriber di milis ini tidak mencerminkan jumlah warnet di Indonesia.

Apa yang hendak saya sampaikan adalah:  Sebenarnya seberapa besar perputaran uang di dalam bisnis warnet ini? Untuk menghitungnya maka saya menggunakan beberapa asumsi asumsi sederhana sebagai berikut:

  • Jumlah warnet di indonesia: 5000 (plus minus)
  • Rata rata jumlah layar di warnet: 20
  • Rata rata pemakaian bandwidth di tiap warnet:128 Kbps
  • Rata rata memiliki pekerja sebanyak: 4 orang dengan rata rata gaji per pekerja adalah Rp 550.000,-

Berdasarkan asumsi di atas maka:

  • warnet di Indonesia saat ini memiliki layar sejumlah 20 x 5000 = 100.000 layar
  • Total pemakaian bandwidth oleh Warnet: 128 kbps x 5000 = 640.000 kbps = 640 mbps
  • Jika di asumsikan harga 128 kbps adalah Rp 5.500.000, maka belanja bandwidth warnet tiap bulan adalah: Rp 5.500.000 x 5000 = Rp 27.500.000.000 ( Dua puluh tujuh miliar lima ratus juta Rupiah ) sehingga dalam 1 tahun saja total belanja bandwidth warnet se Indonesia mencapai = Rp 330.000.000.000 ( Tiga ratus tiga puluh miliar )
  • Jumlah pekerja yang bekerja di warnet mencapai 4 x 5000 = 20.000 pekerja dan ada 20.000 x Rp 550.000 = Rp 11.000.000.000 ( sebelas miliar ) uang yang diberikan sebagai upah para pekerja tersebut.

Dari angka angka tersebut di atas yang paling menarik di perhatikan adalah belanja bandwidth yang merupakan inti bisnis warnet. Angka tiga ratus tiga puluh miliar per tahun merupakan angka yang cukup besar.  Sayang sekali saya tidak memiliki data seberapa besar total jumlah uang yang masuk ke bisnis bandwidth di Indonesia dan belanja bandwidth warnet berapa persen dari total angka tersebut.

Pada dasarnya saya ingin menyampaikan ke rekan rekan warnet, bahwa jika dihitung secara menyeluruh maka angka angka di bisnis warnet sudah merupakan angka yang signifikan.  Angka angka di atas adalah kekuatan warnet, akan tetapi kekuatan itu hanya berfungsi jika warnet warnet ini bersatu.  Tanpa bersatu maka angka angka di atas akan menjadi pecah, mengecil dan akhirnya hanya merupakan buih di lautan.

catatan:
Tulisan ini juga di muat di blog http://tayuang.blogspot.com dan https://irwinday.wordpress.com, kritik, saran dan sanggahan silahkan disampaikan via milis atau pun komentar pada blog.

Iklan
Komentar
  1. s.t.budi basuki berkata:

    saya ingin membuka usaha warnet , yg perlu di perhatikan apa2 saja

  2. bambangsp berkata:

    rekan bloggers, gimana kalau kita rancang dan tulis bersama, panduan pendirian dan operasi warnet?
    dengan begitu,m siapapun yang memerlukan, dapat merujuk kesana.

  3. iman s. ramadhi berkata:

    bagaimana jika awari atau mungkin bbrp anggotanya mendirikan usaha waralaba (franchise) warnet sehingga memudahkan calon2 usahawan baru di bidang warnet dan menguntungkan para penggagas warnet, yg bukan hanyamemberikan panduan secara gratis.

  4. tannya; ap ad syarat khusus untuk membangun internet di lingkungan sekolah, berhubung kami di daerah pelosok, maluku tengah

  5. Irwin Day berkata:

    Tidak ada syarat khusus untuk membuat sebuah warnet jika yang dimaksudkan adalah ijin. Silahkan mendirikan warnet semampu anda dan kelola lah dengan baik agar bermanfaat bagi pribadi dan masyarakat.

  6. […] but some people tried to predicting it. They said, it is around 5000 – 6000 from NAD to Papua. AWARI claimed 7602 in Feb 12, 2007. Other people believe more than AWARI […]

  7. Joule Doc berkata:

    content dari warnet harus lebih di tingkatkan lagi, jika seperti ini, bisnis ini bisa bangkrut.

    Joule,

  8. Harian berkata:

    Kalo ada 5.000 warnet, dengan rata2 pengunjung 15 orang per hari, maka ada sekitar 27.000.000 pengunjung, lebih tepatnya kunjungan, dalam 1 tahun.

    Hmm, potensi apakah ini?

  9. uwiuw berkata:

    wah setuju tuh setidaknya warnet sebagai bisnis bsia punya kekuataan politik menentukan harga bandwidth ! ceeeileee, bisa ngak yah…kalau petani aja ngak bisa [yg berjibun dan menentukan harga2 lainnya] apakah warnet bisa?

    sorri agak pesimis walau inginya sih murah sehingga konsumen seperti saya bisa menikmatinya [jangan yg punya warnet aja dimana kayak pola biaya angkot atau transportasi lainnya…bensin naik ikut naik, harga bensin turun, bayar angkot tetep aja segitu 😡 , jad kapitalis ya kira-kira donk!]? 😀

  10. Sweet17th berkata:

    Yang sudah buka warnet, tolong di bantu dong kita2..seperti:
    – berapa modal awal yg harus kita sediakan?
    – berapa kira2 biaya listrik /bln?
    – biaya koneksi per bulan?
    – menurut kalian, apa usaha warnet kalian akan bertahan hingga 5 tahun kedepan?
    – dibandingkan dengan jasa internet khusus game on line, apa lebih menguntungkan?
    – kalau dirata2kan, 1 PC bisa berapa jam seharinya di pakai pelanggan?

    Iya, begitu saja dulu..
    Saya agak tertarik dengan usaha warnet ini, tetapi bagaimana pun kita harus teliti seblum memulai suatu bisnis..oleh karena itu semoga saja ada yang bisa membantu meski hanya sekedar di forum.
    Thanks sebelumnya.

  11. achmad tamrin berkata:

    Ada yang tahu kontak pengurus AWARI? Mohon informasinya. Saat ini saya sedang melakukan penelitian mengenai aksesibilitas internet di Indonesia.

    Terima kasih

  12. sarmin ikoni berkata:

    memberikan info bagi teman2 yg pingin bikin warnet, utk hotel, dan bisnis lainnya………….kami punya solusi utk daerah pelosok sekalipun………utk lebih jelasnya silakan menghubungi saya
    Sarmin Ikoni

  13. edi berkata:

    matur nuwun infonya,ada yg lebih jelas dan lebih detail lagi nggak, thanks

  14. sulistyowati berkata:

    yth,

    Saya ingin sekali buka warnet,apa saja yang perlu saya perhatikan,saya tidak ngerti soal internet.

    untuk saat ini saya ada laptop dan saya berlangganan ‘speedy’ yang 1000 MB,200.000/bulan.

    apa saya harus telpon ke speedy juga jika mau buka warnet?

    atau mungkin ada perusahaan lain yang lebih menguntungkan?

  15. eferz berkata:

    Tentang Buka Warnet,

    1. Pertama,sipemilik minimal harus paham soal komputer, jaringan, software, listrik dan elektronik. Karena satu sama lain terkait. Atau punya orang yg dipercaya untuk hal itu.
    2. Modal Usaha buka warnet, saat ini sudah cukup terjangkau karena makin turunnya harga PC ( rakitan ).
    Yang perlu disiapkan adalah :
    1. PC + Monitor, minimal 8 pc ke atas. Cari orang yang bisa rakit komputer, dan ngerti trouble shooting, nah beli perlengkapan hardware secara eceran, misalnya beli hardisk 10 biji + Ram 1gb/ 512mb 10 biji + Processor 10 biji, Mainboard 10 biji + CDROM seperlunya untuk instalasi+Kipas+10 bh casing. Untuk biaya 10 set ini, paling tinggi Rp 12jt (Agust 2008). ( Itu sudah processor PIV 3.0 atau AMD AM2 4400+)
    Tinggal beli PC untuk server dgn spek lebih baik, 2,5 jt
    3. Perlengkapan lain : Printer, Stabilizer minimal 5000A, AC/Kipas angin, Meja Komputer ( dipesan ), scan, Genset ( krn skrg krisis energi listrik ), kabel2 listrik utk jaringan listrik, kabel LAN, Switch, UPS untuk server, meubeler seperlunya.
    4. Biaya koneksi pertama ke ISP, dekorasi, software2 yang umum utk warnet.

    Ttg Game Online vs Warnet ?

    Game online membutuhkan spek pc tinggi, spt vga card, mb yang kuat, kipas/pendingin cpu yang baik, koneksi ke ISP harus bagus, minimal 200-an kbps. Dan rugi kalau hanya punya 10 pc. Kelebihannya, dgn spek bagus, ruangan nyaman, koneksi cepat, pc spek bagus,maka pelanggan akan banyak, banyak pula rupiah yg masuk, minimal 500-an ribu per hari ( pc 15 unit ke atas ).

    Utk warnet, spek PC ada yg masih pakai PIII, jumlah minimal pc tidak ada ( ada yang nekat buka warnet pakai speedy, cuma 2 pc..), ruangan tidak bising, kebanyakan cuma chating atau cari data pelajaran/kuliah, atau browsing. Kekurangannya, kadang sepi, pas ramai, akses jadi lelet, atau pc terbatas, penghasilan harian paling tinggi 200 ribu utk 8 pc, 300 ribu utk 10 pc, 400 rb utk 15 pc, itupun sudah dapat dari hasil print, jual minuman atau makanan ringan, scan, kadang translate, atau cetak foto.

    Khusus utk windows ORI, saya pribadi punya pandangan, kenapa pemerintah tidak punya inisiatif, ada minimal ada badan atau lembaga yang mau mencari solusi, misalnya, untuk warnet dan lembaga pendidikan, diberikan harga subsidi. Contoh: untuk sw windows XP/Vista+Ms Office, satu paket misalnya cuma 1 juta saja, lalu utk masing-2 klien 1 paket sw di atas cuma 500 ribu ( ms office 2003 sudah cukup), itupun diberikan pendanaan secara kredit oleh bank, jadi warnet sanggup misalnya nyicil 500 ribu perbulan. Dari angka itu, misalnya 1 warnet mengeluarkan dana 5 sampai 30 jt ( kredit/ tergantung jumlah PC) x 5000 lebih warnet di indonesia dan berapa banyak lembaga pendidikan/sekolah/kursus/rental komputer/counter HP d Indonesia, ada puluhan atau ratusan miliar rupiah yang mampu didapatkan dan legalisasi sw akan terpantau. saya pikir pemerintah/perbankan tidak akan diberatkan dengan cara spt itu.
    Tapi siapa yang mau mengembangkan wacana ini dan dikembangkan lagi dengan sistem yang lebih baik.

  16. Enur Nurnaningsih berkata:

    Saya rencana akan membuka warnet, karena saya awam mengenai bisnis warnet ini, maka mohon untuk diberikan informasi mengenai apa saya yang perlu disiapkan (modal, jaringan, perlengkapan, dan lainnya)?mohon kalo ada buku panduan mengelola bisnis warnet. Terimakasih atas bantuannya.

  17. Emmy Mantik berkata:

    Saya sudah buka warnet selama 1 tahun dengan 10 pc + 1 pc to operator.. rata-rata 9-10 jam per hari terisi penuh dengan biaya 3000/jam. Warnet kami buka dari jam 09.00 sampai jam 24.00 dengan pertimbangan hasil yang didapat sudah lumayan cukup dan karyawan juga dapat tidur dengan nyenyak (karena kami hanya punya 1 orang karyawan). Bisnis ini juga memberikan keuntungan tambahan apabila ditambah dengan print (per lembar Rp 500 to hitam putih dan Rp 1.500 to warna, jadi klo 1 rim kertas diasumsikan sudah dengan kesalahan print akan mendapat keuntungan bersih Rp 175.000). Kemudian karyawan saya juga menerima pengetikan untuk nambah2 pendapatannya yang secara otomatis ngeprint ya di warnet kita. Menurut pendapat saya klo mau usaha warnet jgn ditunda-tunda lagi, walaupun dalam berusaha kendala-kendala yang dihadapi selalu ada..Jangan pesimis dan Good Luck!!!!!

  18. arief bhule berkata:

    saya punya rencana buka warnet dengan modal 30jt apa bisa??tempat ada sendiri,lebih baik model lesehan atau dengan meja??makasih…

  19. jo berkata:

    sekarang intinya kemana……????
    semua itu ga gampang…..tapi juga ga ada yg ga mungkin…!!!
    immposible is nothing….!!!
    sudahkah kita menyamakan niat dan 7 an kita ????
    itu yg paling penting…..dlm perjuangan !!!!
    kalo cuma wacana mah…tiap hari jg bisa….
    how strong are u….2 fight all this…???
    jujur aja ama diri kita masing2…
    karena ini semua membutuhkan energi yg sangat2 besar……
    not NATO…ACT…ACT…ACT…
    HAYA ACTION YG TERENCANA,TERSRUTUR & TERJADWAL YG BISA NGANGKAT HARKAT & MARTABAT KT SEMUA…
    SALAM PERJUANGAN….

  20. tamasolusi berkata:

    membuka warnet apakah perlu undang-undang gangguan?..

  21. terima kasih atas informasinya..
    semoga brmanfaat..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s