Sweeping Warnet di Malang

Posted: Mei 23, 2007 in awari, Gossip, warnet

Kabar mengenai Sweeping Warnet di kota Malang adalah benar. Saya dihubungi oleh Pudjo, Korwil Awari Malang pada siang hari 22 Mei 2007 untuk mengabari hal tersebut. Saya sempat menanyakan apakah yang di tangkap memang terbukti melanggar hukum dan apakah masih ada warnet yang beroperasi.

Jawaban Pudjo adalah sbb: Warnet yang tertangkap terindikasi melanggar HAKI dan Polisi dalam bertindak berdasarkan penyelidikan yang dilakukan sebelumnya terhadap warnet tersebut, dalam hal ini melakukannya beberapa hari sebelum operasi sweeping. Adapun warnet-warnet tidak semuanya tutup, karena beberapa warnet yang memang merasa tidak melanggar aturan apapun dan tetap beroperasi seperti biasa.

Saya segera memberikan instruksi kepada Pudjo untuk segera memberikan himbauan kepada para Pengusaha Warnet agar berhenti menggunakan Perangkat Lunak Bajakan, adapun Pudjo juga memberikan usulan agar pengguna warnet pun diberi himbauan agar tidak meminta Perangkat Lunak yang warnet tidak mampu memberikan, sebab sebenarnya warnet tidak akan menggunakan Perangkat Lunak tersebut tanpa adanya permintaan dari pengguna. Setuju sekali dengan usulan ini.

Agar diketahui, bahwa sebagian warnet yang terkena sweeping bukan karena membajak Operating System, tapi karena membajak Aplikasi baik itu Photoshop, Corel Draw, Anti Virus, maupun MS-Office. Sebagian, entah karena tidak tahu ataupun karena tidak peduli, merasa setelah menggunakan Operating System yang orisinal/bukan bajakan, boleh memasang Aplikasi apa saja ke komputer mereka. Menyedihkan, tapi itulah kenyataan yang ada di Lapangan. Kesimpulannya jika penetapan aturannya tidak merata maka ke tidak taatan terhadap hukum akan tetap berlangsung dan kedepan kita akan melihat terus kejadian seperti di Malang terjadi.

About these ads
Komentar
  1. Jauhari mengatakan:

    Yaah… semoga ini BUKAN AJANG CARI UNTUNG si ISILOP ISILOP itu…..
    :(

  2. Manuel mengatakan:

    Instansi.. Warnet.. keknya berlaku sama dalam hal ini. btw.. untuk instansi sendiri, baik kantor maupun Pabrik2 dll.. apakah udah siap dengan semuanya itu ya ? apakah pemerintah jg dah ngasih kucuran dana buat “melegalkan” OS di tiap kantor Polisi dsb?. buat para pengusaha warnet yang sementara masih blm bisa beroperasi, tegarkan hati anda. mudah2an ada rejeki buat beli software maupun OS yang berlisensi. hehe.. btw, mas pudjo udah beli ? wqwqqwwq

  3. NoY mengatakan:

    deuu….
    gara2 malang kenak eh di jember juga kelimpungan neh…

    sTreeeSS sTiap saat sTiap waktu neh…
    takut klo kenak jatah berikutnya…

    Mohon saran bagi pengguna OS bajakan seperti saya biar gak kenak swiping…

  4. helmi mengatakan:

    mungkin salah satu solusi untuk menghindari sweeping bisa berpindah menggunakan open source. kami juga mau menawarkan salah satu solusinya dengan menggunakan ltsp (linux terminal server project), modal 1 server dengan client cukup p2 / p3 built up tanpa hardisk anda sudah dapat mengoperasikan kembali warnet anda tanpa harus takut kenal sweeping lagi.

  5. Rambo mengatakan:

    sebenarnya cara menghindari sweeping itu mudah banget kok…. gunakan aja windows yang asli!!! beres kan… kalau pake open source kan orang yang suka gratisan….

  6. Kartika Komputer mengatakan:

    Aduh..rame juga yah sweeping sweepig ini..kita di sumatera juga takut..dan was..was….MS Office itu sangat di tuntut user loh…mereka blom kenal Open Office…Mas mas semua gimana..dah beralih ke Legal atau MASIH bajakan??….

  7. vee mengatakan:

    duhhh… kayaknya para pengusaha warnet lg pd ribet!!!!! heheheeee….
    pusing klo mikirin sweeping!!!!!!
    bkn XP am office az yang bakal di sweeping
    winam & mp3 jg bakal di rasiaaaaa
    emang pemerintah or pegawai2 kantor OS nya orie, klo gtu gak usah az ad internet, jualan abe az kyknya yang aman….. hihihihihi…..!!

  8. kusuma mengatakan:

    tuk sweping warnet masalah HAKI pihak BSA sudah melakukan pelaporan ke polda Jatim, mungkin teman-teman warnet juga perlu mendapatkan ijin HAKI lagu dari KARYA CIPTA INDONESIA (KCI) untuk lebih save nya……….

  9. panji_kby mengatakan:

    kenapa sih warnet aja yg disweeping, emangnya kantor pemerintah, kantor polisi dll dah pake yg ori apa. gantian nyoook kita (warnet) yg sweeping mereka. semuanya gak adil…. gak adil….

  10. Reizqi mengatakan:

    Yang jadi masalah semua kantor POlisi,Kejaksaan,Dep.Kehakiman sudah menggunakan software yang katanya ASLI…Jangan cuma pilih-pilih dan cari2 kesalahan,padahal dari segi kwantitas mesin Foto Copy juga paling banyak melanggar Haki…dan patut dicermati bahwa UU Haki dikeluarkan dengan juga harus mempertimbangkan kebutuhan masyarakat..Lebih baik kita ngurusin Haki bangsa sendiri…nggak kebayang kedepan kalau tiap manusia mendaftarkan Haki,lama2 narik nafas pun bayar Royalti…

  11. arif mengatakan:

    Pokoknya lawan segala penindasan dan kemunafikan.
    Omong omong software kepolisian asli ga’ ya?

  12. devil advocate mengatakan:

    Yup betul harusnya HAKI juga ada pembatasannya dong, ya beberapa tahun lah, jadi selama beberapa tahun itu si pencipta, atau penemu dianggap sudah memperoleh keuntungan dari HAKI. Kalo di bikin seumur hidup bisa kebayang gimana entar anak cucu kita, bisa2 semua kudu pake lisensi. Punya Otak mbokk ya mikir, dasar bangsa INDONESIA bisanya manut tok til, Pemerintah cuma bisa manggut2. TULALIT

  13. dento mengatakan:

    Haki tuh ciptaan orang bukan Islam, namun yang bukan Islampun terkena getahnya. Padahal ilmu dan pendidikan kalau bisa gratis, Sekolah aja kena HAKI gitu. heheheh. TK aja ada yang bayar 5 juta. gile. kelas 3 SD dah disodori PC calon HAKI lagi.kekekke

  14. r3k1 mengatakan:

    RADAR MALANG Sabtu, 29 Des 2007
    Sabtu, 29 Des 2007
    Lagi, Polwil Razia Warnet
    MALANG – Sukses merazia warnet yang menggunakan software bajakan pada awal 2007 lalu, Kamis (27/12) kemarin Polwil Malang kembali merazia warnet. “Amunisi” yang dibawa polisi untuk melakukan razia adalah pasal 40 huruf c, UU Perfilman Nomor 8/1992 tentang menayangkan film yang tidak disensor terlebih dahulu melalui Lembaga Sensor Film Indonesia .
    Dalam razia yang berlangsung mulai pukul 11.00 hingga pukul 12.00 ini, petugas menyita sebanyak 116 unit personal computer (PC) dari empat warnet, yakni X-trem di Jl MT Haryono, Wardot di Jl Danau Toba, Lilo Magnet yang berada di Ruko Dinoyo Permai. Hingga kemarin, Reskrim Polwil Malang masih menuntaskan penyidikan terhadap 12 saksi dari karyawan, konsumen dan teknisi pada warnet itu.
    Kasubag Reskrim Polwil Malang AKP Jamaludin Farti mengatakan, razia ini berawal dari penyelidikan yang pernah dilakukan seminggu sebelumnya. “Kami temukan banyak film yang di-copy dari internet. Satu komputer kami temukan sekitar lima film,” katanya.
    Dari hasil penyelidikan diketahui, warnet-wanet ini dikenal memang kerap menyediakan film-film porno yang bisa dengan mudah menikmatinya tanpa harus men-download terlebih dahulu dari situs yang menyediakannya.
    Jamaludin menduga ada kesengajaan yang dilakukan pengelola untuk men-copy film tanpa sensor. Tujuannya sebagai daya tarik agar warnet bisa banyak menjaring konsumen.
    Razia ini, menurut Jamaludin, sangat bermanfaat bagi orang tua yang memiliki anak berusia remaja. Karena dengan razia itu maka warnet selama ini menyediakan layanan nonton film porno, bakal menghapus semua film-film yang tersedia dalam data komputernya. “Faktanya, pada jam efektif sekolah warnet banyak dikunjungi oleh pelajar. Dari mereka ternyata banyak yang nonton layanan film porno,” urainya. (mas/ziz)

  15. deddy mengatakan:

    HHHH…HHH….HH.. EMANG UDAH BUKAN RAHASIA LAGI…KLU ADA WARNET YG MENYEDIAKAN FILM2 ITYU.. YAH.. KLAU MAU BUKA WARNET KLU BISA YANG BERSIH2 AJ DEH G USAH YG JOROK2.. KAN KSIAN MORAL GENERASI PENERUS KITA BISA HANCUR HANCURAN JADINYA…

  16. dargombes mengatakan:

    walah itu jelas polisi cari untung, terus warnet yg g kena razia tuh udah bayar tiap bulan ato bahkan tiap minggu. kalo ga percaya coba aja malem2 ke warnet pasti ada beberapa intel yang nagih duit keamanan. ato paling ga yg punya warnet pasti punya kenalan org dalam tuh

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s